Bandros merupakan kuliner khas Bandung, Jawa Barat (Jabar), yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, dan santan. Beberapa orang berpendapat bahwa bandros sama dengan kue pancong dari Jakarta, pukis dari Jateng, dan rangi dari Karawang. Namun, kenyataannya, semua penganan tersebut berbeda.
2. Carabikang
Bila dinilai dari ketenarannya, carabikang mungkin kalah dibandingkan klepon atau bandros sebagai kuliner khas Nusantara yang identik dengan 17-an. Namun, jangan sepelekan carabikang dari segi kecantikan tampilan dan rasanya.
Kuliner khas Jateng tersebut memiliki bentuk unik layaknya bunga yang sedang mekar sempurna. Kehadiran warna-warna cerah yang menghiasi carabikang pun membuat tampilan kue ini terlihat semakin cantik.
Kue carabikang terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula pasir. Adonan itu membuat kue tradisional ini memiliki rasa manis.
Untuk menyambut HUT Indonesia, beberapa masyarakat pun membuat kue carabikang dengan warna merah putih yang membuat suasana 17-an semakin semarak.
Selain bisa membuat di rumah, kamu juga bisa membeli carabikang secara daring. Salah satu UMKM yang menjual berbagai macam kue tradisional adalah Kue Daniqa.
3. Klepon Merah Putih
Klepon merupakan kue tradisional yang berasal dari Jawa Tengah (Jateng). Kue ini dibuat dari tepung beras ketan yang di tengahnya diisi dengan gula merah.
Biasanya, penganan tradisional klepon identik dengan warna hijau. Khusus untuk memperingati 17-an, beberapa daerah membuat klepon dengan warna merah putih.
Menurut buku Belajar dari Makanan Tradisional Jawa (2017) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), klepon memiliki makna kesederhanaan.
Rasa manis di dalam klepon melambangkan kebaikan hati walaupun tidak terlihat dari luar. Sementara itu, baluran kelapa pada klepon menyimpulkan kesabaran untuk mencapai kebahagiaan.
Tertarik untuk membuatnya? Selain bisa membuatnya sendiri, kamu juga bisa membeli klepon secara daring dengan mudah. Salah satu UMKM yang menjualnya adalah Klepon Buah Surabaya.
4. Nasi Kendil
Bosan membuat kuliner Nusantara yang mainstream untuk menyambut Hari Kemerdekaan? Mungkin kamu bisa mencoba membuat nasi kendil bersama keluarga tercinta di rumah.
Kuliner tradisional itu mempunyai cara unik dalam hal penyajian. Pasalnya, nasi kendil dihidangkan di dalam periuk atau kendil yang terbuat dari tanah liat.
Jenis nasi yang digunakan pada kuliner tersebut adalah nasi liwet. Sebagai pelengkap, terdapat berbagai macam sayuran, seperti oseng jantung pisang dan daun singkong.
5. Nasi Tumpeng
Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin sudah akrab dengan nasi tumpeng. Kuliner khas Nusantara yang konon berasal dari tanah Jawa dan Bali ini memang khusus disajikan pada acara-acara penting.
Secara filosofi, nasi tumpeng menyimbolkan sebuah gunung. Menurut tradisi kuno masyarakat Indonesia, gunung merupakan tempat bersemayam para hyang atau arwah leluhur (nenek moyang).
Kemudian, secara harfiah, nama tumpeng berasal dari sebuah kalimat dalam bahasa Jawa, yakni yen metu kudu sing mempeng yang berarti “bila keluar, harus dengan sungguh-sungguh”. Secara garis besar, ucapan itu bisa dimaknai sebagai rasa syukur setelah mencapai sesuatu.
Nasi tumpeng biasanya disajikan bersamaan dengan berbagai macam lauk pauk di sebuah nampan, seperti potongan atau suwiran ayam goreng, tempe, perkedel, sambal goreng, dan telur dadar. Sebagian daerah di Indonesia bahkan mewarnai nasi tumpeng menjadi merah putih untuk perayaan Hari Kemerdekaan.

Belum ada tanggapan untuk "Ini Dia 5 Makanan Yang Sering Disajikan Pada Saat Hari Kemerdekaan"
Posting Komentar